JaringanKomputer dan Komunikasi Data (Kelompok 3) Media transmisi adalah media yang dapat digunakan untuk mengirimkan informasi dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam jaringan, semua media yang dapat menyalurkan gelombang listrik atau elektromagnetik atau cahaya dapat dipakal sebagai media pengirim, baik untuk pengiriman dan penerimaan data.
Trafikpada sistem komunikasi satelit dapat diasosiasikan dengan carrier-carrier layanan satelit. Dalam hal ini terdapat beberapa macam carrier yang dioperasikan oleh satelit Palapa B4 dan Telkom-1. Carrier digital terdiri dari IDR, VSAT, TDMA, MCPC, LBR, dan Internet. Sedangkan carrier analog terdiri dari SCPC dan TV. Intermediate Data Rate (IDR)
Inidigunakan untuk komunikasi data dengan jumlah volume data yang banyak. Saluran ini sebenarnya juga menggunakan jaringan telepon yang ada tetapi dengan fasilitas khusus sehingga tidak perlu melakukan pemutaran nomor. 3) Subvoice Channel (Narrowband Channel) Adalah untuk transmisi 600 bps ke bawah .
Vay Tiền Nhanh. Saluran komunikasi berikut yg memerlukan saluran satelit ialahSaluran komunikasi berikuy yg membutuhkan susukan satelit yaknisaluran komunikasi berikut yg membutuhkan kanal satelit ialah Saluran komunikasi berikuy yg memerlukan kanal satelit yaituSaluran komunikasi apa saja yg membutuhkan jalan masuk satelit? Jawaban digital Penjelasan sinyal digitalmencari sinyal Saluran komunikasi berikuy yg membutuhkan susukan satelit yakni saluran komunikasi pertahanan negara , pertelevisian , radio saluran komunikasi berikut yg membutuhkan kanal satelit ialah Kalau Tidak Salah… B. ISDN Saluran komunikasi berikuy yg memerlukan kanal satelit yaitu VSAT Saluran komunikasi apa saja yg membutuhkan jalan masuk satelit? telepon, radio, televisi. mungkin itu
SALURAN KOMUNIKASI Perbedaan antara sumber dan saluran, sumber ialah seseorang atau lembaga yang menciptakan suatu pesan sedangkan saluran adalah alat dengan mana suatu pesan berpindah dari sumber kepada penerima. Analog untuk saluran adalah sebuah perahu yang membawa muatan pesan dari pelabuhan satu sumber ke pelabuhan lainnya penerima Macam saluran komunikasi Saluran interpersonal dan media massa Saluran lokal dan saluran kosmopolit Saluran interpersonal adalah saluran yang melibatkan pertemuan tatap muka sumber dan penerima antara dua orang atau lebih. Misalnya rapat atau pertemuan kelompok, percakapan langsung, pembicaraan dari mulut ke mulut, dsb. Sedangkan saluran media massa adalah alat-alat penyampai pesan yang memungkinkan sumber mencapai suatu audiens dalam jumlah besar, yang dapat menembus batasan waktu dan ruang. Misalnya radio, televisi, film, surat kabar, buku, dsb. mau download?? klik aja di sini cuy… SALURAN KOMUNIKASI Saluran anatar pribadi disebut saluran lokalit apabila kontak-kontak langsung itu sebatas daerah atau sistem sosial itu saja. Sedangkan saluran melalui media massa sudah pasti bersifat kosmopolit. Sebaliknya saluran media massa dapat dipastikan bersifat kosmopolit. Masing-masing saluran memiliki karakteristik sendiri dalam meneruskan pesan komunikasi. Perbedaan penting antara saluran media massa dengan antar pribadi dapat digambarkan sebagai berikut No Sifat-sifat Saluran antar pribadi Saluran media massa 1 Arus pesan Cenderung dua arah Cenderung searah 2 Besarnya kemungkinan umpan balik Tinggi Rendah 3 Konteks komunikasi Tatap muka Berperantara 4 Kemampuan mengatasi seleksi luas Tinggi,lambat Rendah, cepat 5 Akibat yang mungkin terjadi Pembentukan dan perubahan sikap Perubahan pengetahuan Dalam difusi inovasi saluran komunikasi memiliki karakter kelebihan dan kelemahan masing-masing. Oleh karena itu dalam menggunakan saluran komunikasi ini perlu mempertimbangkan berbagai hal. Hasil penelitian Rogers dan Beal 1960 berkaitan dengan saluran komunikasi menunjukan beberapa prinsip sebagai berikut 1 saluran komunikasi massa relatif lebih penting pada tahap pengetahuan dan saluran antar pribadi interpersonal relatif lebih penting pada tahap persuasi; 2 saluran kosmopolit lebih penting pada tahap pengetahuan dan saluran lokal relatif lebih penting pada tahap persuasi. 3 saluran media masa relatif lebih penting dibandingkan dengan saluran antar pribadi bagi adopter awal early adopter dibandingkan dengan adopter akhir late adopter; dan 4 saluran kosmopolit relatif lebih penting dibandingkan dengan saluran lokal bagi bagi adopter awal early adopter dibandingkan dengan adopter akhir late adopter Pembedaan sifat tersebut tentu saja masih dapat diperhalus lagi, misalnya antara bentuk media massa satu dengan media massa lain mungkin ada sifat-sifat yang berbeda; radio memiliki keampuhan tersendiri yang berbeda dengan yang dimiliki oleh media majalah, atau televise dalam penyampaian pesan-pesan kepada penerima. Begitu pula halnya dengan saluran interpersonal. Dengan memperhatikan perbedaan sifat itu, jika seseorang ingin berhasil dalamkomunikasinya maka ia harus dapat memilih saluran yang tepat yang sesuai dengan tujuan komunikasi, konteks pesan dan siapa penerimanya. Saluran Komunikasi dalam Proses Difusi Difusi adalah proses dimana inovasi tersebar ke dalam suatu sistem sosial. Pada intinya proses difusi adalah proses keputusan untuk menerima atau menolaknya. Difusi Inovasi adalah teori tentang bagaimana sebuah ide dan teknologi baru tersebar dalam sebuah kebudayaan . Teori ini dipopulerkan oleh Everett Rogers pada tahun 1964 melalui bukunya yang berjudul Diffusion of Innovations. Ia mendefinisikan difusi sebagai proses dimana sebuah inovasi dikomunikasikan melalui berbagai saluran dan jangka waktu tertentu dalam sebuah sistem sosial. Penelitian yang ada menunjukkan ada peranan berbeda yang dilakukan saluran komunikasi pada setiap tahapan keputusan inovasi. Saluran komunikasi media massa lebih banyak dipergunakan pada tahap pengenalan inovasi sedangkan saluran interpersonal lebih penting peranannya pada tahap persuasi. Di negara yang belum maju media interpersonal agaknya masih memegang peranan penting dalam tahap pengenalan inovasi, terutama saluran interpersonal yang kosmopolit. Kurang digunakannya saluran media massa pada saat pengenalan di Negara yang belum maju itu mungkin karena 1 kurang tersedianya media massa yang menjangkau audiens terutama warga pedesaan, 2 tingginya tingkat “buta huruf” penduduk, dan 3 tidak relevannya pesan-pesan yang dimuat media massa itu dengan kebutuhan masyarakat atau mungkin media massa itu lebih dipandang sebagai media informasi. Karena kondisi yang demikian itulah, saluran interpersonal kosmopolit menggantikan kedudukan media massa; anggota masyarakat mengetahui atau mengenal suatu inovasi karena kontak mereka dengan agen pembaru atau dari kunjungan orang luar ke desa itu atau sebaliknya. Mengkombinasikan Saluran Interpersonal dengan Media Massa Saluran komunikasi interpersonal dan media massa memiliki ciri dan sifat yang berbeda dengan saluran media massa dalam membawa pesan dan mempengaruhi audiens. Namun kombinasi dari keduanya merupakan cara yang sangat efektif dalam memperkenalkan ide-ide baru dan mempengaruhi penduduk untuk menggunakan inovasi-inovasi tersebut. Pengkombinasian komunikasi interpersonal dengan media massa disebut forum media, dimana beberapa anggota masyarakat diorganisasikan dalam suatu kelompok yang bertemu secara teratur untuk menerima program-program media massa dan mendiskusikan isinya. Forum media di beberapa Negara Forum media semula dikembangkan di Kanada dikalangan keluarga petani dan kemudian menyebar ke Negara-negara sedang berkembang seperti India, Nigeria, Ghana, Malawi, Kosta Rika dan Brasil. Beberapa bentuk forum media yang sudah dikenal anatara lain ialah “forum radio” di India, “sekolah radiphonic” di Amerika Latin, “kelompok belajar” di RRC, “telescula” di Itali dsb. Forum radio di India membantu petani-petani mengetahui inovasi-inovasi di bidang pertanian dan kesehatan dan mendorong mereka untuk ,encoba ide-ide tersebut. Program-program radio disiarkan dalam pertemuan anggota forum sebagai bahan diskusi kelompok. Forum biasanya memberikan laporan umpan balik secara teratur mengenai keputusan-keputusan yang mereka ambil dan pertanyaan-pertanyaan kepada stasiun radio siaran. Dengan mempergunakan bentuk yang sama, UNESCO telah mensponsori kelompok pemirsa televisi di Perancis dan Italia dan pemerintah India juga telah mendirikan “teleclub” di beberapa desa. Yang terakhir ini media yang digunakan adalah televisi. Di Negara-negara maju forum media ini terutama dipergunakan untuk memperkenalkan ide-ide baru kepada audiens yang maha besar. Dengan mengadakan penyesuaian seperlunya, forum-forum media itu dapat dimanfaatkan untuk kampanye pendidikan atau politik. Pengaruh forum media Semua program forum media agaknya efektif dalam membangkitkan dan menciptakan pengetahuan, membentuk dan merubah sikap serta membuka kran untuk perubahan tingkah laku. Mengapa media massa itu memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap seseorang jika mereka menjadi anggota forum media? Jawabannya antara lain adalah Minta untuk mengahdiri dan berpartisipasi didorong oleh adanya tekanan dan harapan masyarakat, setidak-tidaknya kelompok pendengar itu sendiri. Ia tidak disenangi oleh teman-temannya jika kurang rajin. Sebaliknya ia akan mendapat pujian jika besar partisipasinya dalam kegiatan kelompok; Perubahan sikap nampaknya lebih mungkin terjadi jika seseorang berada dalam kelompok. Dan lagi keputusan kelompok akan lebih mungkin diterima seseorang jika ia ikut serta dalam pembuatan keputusan. Dengan bertemunya dalam kelompok dan pembahasan topic inovasi itu dengan teman-teman, memungkinkan seseorang dengan cepat terbentuk sikapnya terhadap inovasi yang disampaikan melalui media massa; Mungkin pula besar pengaruh forum media misalnya kelompok pendengar itu karena saluran ini masih baru dan kredibilitasnya tinggi. Forum media juga mengurangi kemungkinan terjadinya “selective exposure” kecenderungan seseorang untuk menangkap atau memperhatikan pesan-pesan komunikasi yang selaras dengan kebutuhan, sikap dan kepercayaannya sehingga pesan-pesan yang tak berkaitan dengan dirinya akan dilewatkan begitu saja, tidaj diperhatikan, Forum media juga mengurangi kemungkinan terjadinya “selective perception” yakni kecenderungan seseorang untuk menafsir pesan-pesan komunikasi menurut sikap dan keprcayaannya sendiri atau berdasar pengetahuan dan pengalan yang ada padanya. Dengan forum media agen pembaru dapat menghindari, atau setidak-tidaknya memperkecil kemungkinan terjadunya pengabaian dan salah tafsir terhadap pesan-pesan pembangunan yang telah ia sampaikan. STRUKTUR SOSIAL dan NORMA SISTEM Struktur sosial terbentuk karena tersusunya status dan posisi anggota dalam suatu sistem, yang tampak pada hirarki kedudukan anggota. Organisasi formal seperti lembaga pemerintahan atau perusahaan mempunyai struktur social resmi yang tersusun rapi yang terdiri dari hirarki posisi jabatan. Di dalam organisai informalpun, misalnya keluarga terdapat tingkatan struktur yang serupa yang bersifat dalam hubungan interpersonal di antara anggota-anggotanya, yang menentukan siapa yang boleh beruhubungan dengan siapa dan dalam situasi yang bagaimana. Struktur sosial merintangi atau memudahkan cepatnya penyebaran ide baru dan pengadopsian inovasi melalui apa yang disebut “efek sistem” atau “pengaruh sistem”. Norma-norma status sosial dan hirarki yang ada di mastarakat mempengaruhi perilaku anggota-anggotanya. Inovatif atau tidaknya seseorang bias dipengaruhi dua variable 1 variable kepribadian seseorang yakni komunikasi sosialnya, sikap-sikapnya dsb, dan 2 ciri-ciri sistem sosialnya, modernkah atau tradisional. Variabel manakah yang paling penting pengaruhnya. Penelitian yang ada menunjukkan bahwa pengaruh keduanya komoderenan sistem dan kemoderenan pribadi seseorang menjadi petunjuk positif mengenai keinovatifan. Norma Sistem dan Difusi Norma sistem adalah pedoman tingkah laku yang telah mapan bagi anggota suatu sistem tertentu. Norma-norma itu membatasi seberapa jauh tingkah laku boleh dilakukan atau tidak, bertindak sebagai pembimbing atau ukuran dasar bagi perilaku anggota sistem sosial. Norma sistem mempengaruhi perilaku seseorang dalam mengadopsi inovasi. Norma Tradisional dan Norma Modern Dua macam norma ini merupakan tipe ideal, yakni suatu rumusan berdasarkan pengamatan terhadap kenyataan yang disusun untuk memudahkan perbandingan. Ciri-ciri sistem sosial tradisional dapat ditandai dengan Kurang berorientasi pada perubahan Kurang maju dalam teknologi atau masih sederhana Relatif rendah kemelekhurufan, pendidikan serta pamahaman tentang metode ilmiah. Hubungan interpersonal masih sangat efektif Sedikit sekali komunikasi yang dilakukan oleh anggota sistem dengan pihak luar Kurang mampu menempatkan diri atau melihat dirinya dalam peranan orang lain Sebaliknya sistem sosial modern mempunyai ciri Pada umunya memiliki sikap positif terhadap perubahan Teknologinya sudah maju dengan sistem pembagian yang komplek Pendidikan dan ilmu pengetahuan dinilai tinggi Hubungan sosial lebih bersifat rasional dan bisnis daripada bersifat emosional Pemandangannya kosmopolit karena anggota sistem berhubungan dengan orang luar, mudah memasukkan ide baru ke dalam sistem sosial. Anggota sistem sosial mampu berempati, dapat menghayati peranan orang lain yang betul-betul berbeda dengan dirinya sendiri. Ringkasannya, sistem sosial yang normanya modern lebih berorientasi pada perubahan, teknologinya maju, ilmiah, rasional, kosmopolit dan mampu berempathi. Sedangkan tradisional memiliki ciri-ciri sebaliknya. HOMOFILI-HETEROFILI Homofili adalah suatu tingkat dimana pasangan individu yang berinteraksi sepadan dalam perangkat tertentu seperti kepercayaan, nilai-nilai, pendidikan, status sosial, dsb. Misalnya jika seorang sumber berinteraksi dengan salah seorang dari banyak orang ada kecenderungan kuat ia akan memilih pasangan komunikasi yang paling sepadan dengannya. Sedangkan heterofili adalah suatu tingkat dimana pasangan individu yang berkomunikasi berbeda dalam ciri dan sifatnya. Salah satu problem dalam proses penyebaran inovasi ialah bahwa sumber agen pembaru sangat heterofili dengan penerimanya anggota masyarakat. Akan tetapi jika antara sumber dan penerima itu mempunyai pemahaman yang sama tentang inovasi, mereka sangat homofolius, maka tidak terjadi difusi disana. Karena itu dalam peranan penyebaran inovasi dituntut setidak-tidaknya ada beberapa tingkat perbedaan antara sumber dan penerimanya. Dan yang seringkali terjadi antara agen pambaru dan kliennya itu heterofili dalam segala hal, karena antara kompetensi inovasi, pendidikan, status sosial dan sebagainya sangat berhubungan erat. Homofili dan Agen Pembaru Agen pembaru biasanya berbeda dari klien mereka dalam beberapa hal dan cenderung berinteraksi dengan klien yang ciri-cirinya mirip dengan mereka sendiri. Kontak agen pembaru dengan masyarakat lebih sering terjadi dengan memiliki ciri 1 berstatus sosial lebih tinggi 2 partisipasi sosialnya tinggi 3 lebih tinggi pendidikannya dan 4 klien yang lebih kosmopolit. Hal ini agaknya wajar terjadi sehingga antara keduanya lebih mudah memahami minat masing-masing, lebih mudah berempati satu sama lain yang demikian itu menjadikan komunikasi diantara mereka bisa efektif. Tetapi mencari kontak yang homofili bias menimbulkan masalah etik yang penting bagi agen pembaru; mereka gagal berinteraksi dengan mereka yang sangat membutuhkan bantuan. Homofili dan Tokoh masyarakat Homofili dapat pula bertindak sebagai penghalang tersamar terhadap kecepatan arus inovasi kedalam suatu sistem sosial. Ide-ide baru biasanya masuk ke dalam suatu sistem sosial menlalui anggota yang status sosialnya lebih tinggi dan lebih inovatif. Hal ini mungkin karena agen pembaru lebih suka berkomunikasi dengan mereka atau mereka itu memang lebih suka mencari inovasi. Difusi interpersonal yakni penyebaran inovasi yang menggunakan saluran komunikasi interpersonal, pada umumnya lebih homofilius. Misalnya orang-orang yang paling tinggi status sosialnya dalam sistem sosial jarang sekali berinteraksi langsung dengan orang-orang yang paling rendah status sosialnya. Apakah tingkat homofili pada difusi interpersonal itu dalam sistem yang tradisional dan sistem yang modern? Rogers dan Swvenning menemukan bahwa penduduk desa Kolumbia yang tradisional mempunyai ciri homofili yang lebih besar dalam difusi interpersonal. Tetapi ketika norma-norma desa berubah menjadi lebih modern, difusi interpersonal itu menjadi lebih heterofili.
Komunikasi data, merupakan bentuk komunikasi yang secara khusus berkaitan dengan transmisi atau pemindahan data antara komputer-komputer, atau komputer dengan piranti-piranti yang lain dalam bentuk data digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data. Biasanya komunikasi data dapat diartikan juga sebagai proses pengiriman data atau informasi dari suatu sumber source ke tujuan destination. Selain itu komunikasi data juga bermacam-macam, dan memiliki dua jenis saja pada saat ini. Dibawah merupakan jenis-jenis komunikasi data. Jenis-jenis Komunikasi Data 1. Jenis Komunikasi Data Melalui Infrastruktur Teresterial Jenis komunikasi data ini dapat dilakukan menggunakan media kabel dan nirkabel sebagai aksesnya sehingga membutuhkan biaya yang tinggi untuk membangun infrastruktur jenis ini. 2. Jenis Komunikasi Melalui Satelit Jenis komunikasi data ini dapat dilakukan dengan menggunakan satelit sebagai aksesnya. Biasanya wilayah yang dicakup akses satelit lebih luas dan mampu menjangkau lokasi yang tidak memungkinkan dibangunnya infrastruktur teresterial, namun membutuhkan waktu yang lama untuk berlangsungnya proses komunikasi. Komunikasi data juga memiliki beberapa komponen, dibawah ini merupakan contoh dari komponen komunikasi data. Komponen Komunikasi Data 1. Pengirim piranti yang mengirimkan data. 2. Penerima piranti yang menerima data. 3. Pesan/Data informasi yang akan dipindahkan bisa berupa apa saja, teks, angka, gambar, suara, video, atau kombinasi dari semuanya. 4. Media Pengiriman media atau saluran yang digunakan untuk mengirimkan data, bisa berupa kabel, cahaya maupun gelombang magnetik. 5. Protokol aturan-aturan yang harus disepakati oleh dua atau lebih alat untuk dapat saling berkomunikasi. Silahkan diunduh secara gtratisKOMUNIKASI DATA MELALUI SATELITKOMUNIKASI DATA MELALUI SATELITTUGAS PENGANTAR TIKDrs. Agus Efendi olehNAMA SEPTIAN ADI CHANDRANIM K3514042PENDIDIKAN TEKNIK KEJURUANPENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTERFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKANUNIVERSITAS NEGERI SEBELASA MARETSURAKARTAA. PENDAHULUANKomunikasi data adalah transmisi atau proses pengiriman dan penerimaan data dari dua atau lebih device sumber, melalui beberapa media. Media tersebut dapat berupa kabel koaksial, fiber optic serat optic , microware dan sebagainya. Komunikasi data merupakan gabungan dari beberapa teknik pengolahan data. Dimana telekomunikasi yang dapat diartikan segala kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran informasi dari titik ke titik lain. Sedangkan pengolahan data adalah segala kegiatan yag berhubungan dengan pengolahan. Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data atau hasil proses dari data tersebut. Aplikasi internet telah banyak dimanfaatkan baik oleh perusahaan maupun individu dan kecenderungannya akan menjadi life style suatu society dimana untuk melakukan transaksi perdagangan, kirim surat hiburan dll semua berbasis internet. Akses ke internet masih didominasi oleh penggunaan network terestrial baik itu berupa kabel tembaga atau serat optik. Diantara network mobile/wireless, network satelit GEO memiliki potensi yang tinggi terhadap aplikasi multimedia dengan kemampuan broadcast dan multicast data dalam jumlah yang besar pada areal yang sangat luas sehingga memberi kemungkinan hubungan secara global. Distribusi Internet via satelit, khususnya satelit di GEO, memberikan beberapa keuntungan/ keunggulan. Menggunakan satelit sebagai jalur akses, jangkauan yang dapat dicakup lebih luas dan mampu menjangkau lokasi yang tidak mungkin terjangkau melalui alat device.B. PERMASALAHAN1. Apa yang dimaksud dengan komunikasi data melalui satelit?2. Apa yang dimaksud dengan satelit?3. Bagaimana cara kerja satelit komunikasi?C. PEMBAHASANI. Komunikasi Data Melalui Satelita. PengertianProses pengiriman data atau informasi dari suatu sumber source ke tujuan destination melalui satelit. Jenis komunikasi data ini dapat dilakukan dengan menggunakan satelit sebagai aksesnya. Biasanya wilayah yang dicangkup akses satelit lebih luas dan mampu menjangkau lokasi yang tidak memungkinkan dibangunnya infrastruktur terestrial, namun membutuhkan waktu yang lama untuk berlangsungnya proses komunikasi. Karena adanya gangguan karena radiasi gelombang matahari sun outage yang terjadi paling parahnya setiap 11 tahun sekali. Walaupun ada sistem komunikasi bergerak selular teresterial, sistem ini hanya efisien untuk melayani daerah berpenduduk padat. Sistem selularkonvensional, secara ekonomis tidak memungkinkan untuk komunikasi bergerak di daerah pedesaan, dimana kepadatan populasi dan kebutuhan akan komunikasi bergerak sangat rendah. Pemanfaatan sistem komunikasi satelit telah memberikan kemampuan bagi manusia untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi dari berbagai penjuru dunia secara simultan tanpa memperhatikan jarak Transmisi SatelitKomponen dasar dari transmisi satelit adalah stasiun bumi, yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, dan satelit, kadang-kadang disebut transponder. Satelit menerima sinyal dari stasiun bumi up-link, memperkuat sinyal tersebut, mengubah frekuensi, dan mentransmisikan kembali data ke stasiun bumi penerima yang lain down-link. Bila perubahan dalam frekuensi terjadi maka up-link tidak akan menganggu down-link. Dalam transmisi satelit, terjadi penundaan atau delay, karena sinyal harus berjalan keluar ke ruang angkasa dan kembali lagi ke bumi. Waktu delay biasanya adalah 0,5 detik. Ada juga delay tambahan yang disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan sinyal untuk berjalan ke sepanjang stasiun bumi. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, satelit menggunakan frekuensi yang berbeda untuk menerima dan mentransmisi. Jangkauan frekuensi adalah antara 4 sampai 6 GHz, yang juga disebut C-band; 12 sampai 14 GHz disebut Ku-band dan 20 sampai 30 GHz. Bila nilai frekuensi turun, maka ukuran dish-antena yang dibutuhkan untuk menerima dan mentransmisi sinyal harus bertambah besar. Ku-band digunakan untuk mentransmisi program televisi antara jaringan dan stasiun televisi perseorangan. Karena sinyal yang ada dalam Ku-band mempunyai frekuensi yang lebih tinggi maka panjang gelombangnya diperpendek. Hal ini memungkinkan stasiun penerima dan transmisi untuk mengkonsentrasikan sinyal dan menggunakan dish-antena yang lebih kecil. Keamanan merupakan masalah bagi komunikasi satelit, sebab sangat mudah untuk menangkap transmisinya, karena ia berjalan melalui udara terbuka. Dalam beberapa hal, pengurai scrambler digunakan untuk mendistorsi sinyal sebelum ia dikirimkan ke satelit dan penyusun descrambler yang ada pada stasiun penerima digunakan untuk menghasilkan kembali sinyal Satelita. Pengertian SatelitSatelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi danrotasi tertentu. Ada dua jenis satelit, yakni satelit alam dan satelit Satelit Alami adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusiayang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripadadirinya, seperti misalnya, Bulan adalah satelit alami terminologi ini berlaku juga bagi planet yang mengelilingisebuah bintang, atau bahkan sebuah bintang yang mengelilingi pusatgalaksi, tetapi jarang digunakan. Bumi sendiri sebenarnya merupakansatelit alami Satelit Buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingibenda lain, misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Satelit Komunikasi adalah sebuah satelit buatan yang ditempatkan diangkasa dengan tujuan telekomunikasi. Satelit komunikasi modern menggunakan orbit Geosynchronous, orbit Molniya atau orbit Bumi Untuk pelayanan tetap, satelit komunikasi menyediakan sebuah teknologi tambahan bagi kabel komunikasi kapal selam optik fiber. Untuk aplikasibergerak, seperti komunikasi ke kapal laut dan pesawat terbang di mana aplikasi teknologi lain seperti kabel, tidak praktis atau tidak mungkin digunakanb. Sejarah SatelitSecara garis besar sejarah satelit dunia dari tahun ke tahun diantaranya1945 Athur Clarke menerbitkan essay tentang Extra Terrestial Relays1957 Diluncurkan pertama kali satelit sputnic1959 Satelit cuaca pertama, Vaguard 21960 Diluncurkan satelit komunikasi Refleksi ECHO1963 Diluncurkan satelit komunikasi Geostasioner SYNCOM1965 Komunikasi satelit Geostasioner komersial pertama di dunia, INTELSAT I1976 Satelit marisat untuk komumnikasi maritim dan peluncuran PALAPA1982 Sistem telepon dengan satelit mobile , INMARSAT 41988 Sistem satelit dengan komunikasi data dan telepon mobile, INMARSAT C1993 Sistem telepon denga digital satelit1998 Sistem satelit Global untuk Small Mobile Peluncuran Telkom 1c. Alokasi Frekuensi untuk Layanan SatelitPengalokasian frekuensi untuk layanan satelit adalah proses yang sangat kompleks yang membutuhkan koordinasi dan perencanaan tingkat internasional. Hal ini dilakukan dibawah pengawasanInternational Communication Union ITU. Dalam hal perencanaan frekuensi ini frequency planning, dunia dibagimenjadi 3, yaitu Kawasan 1 Eropa, Afrika, Rusia dulu masih Soviet dan Mongolia. Kawasan 2 Amerika Utara dan Selatan, Greenland. Kawasan 3 Asia diluar daerah 1, Australia dan Pasifik Barat setiap kawasan, frekuensi dialokasikan untuk berbagai macam layanan satelit, walaupun frekuensi tersebut dipakai untuk layanan yang berbeda di kawasan lain. Beberapa layanan satelit adalah sebagai berikut1. Fixed Satellite Service FSSFSS menyediakan link untuk jaringan telepon dan juga untukpentransmisian sinyal televisi ke perusahaan tv kabel, untuk kemudian didistribusikan melalui jaringan kabel. Contoh FSS DTH Direct To Home, akses internet, video conferencing,satelit new gatheringSNG,frame relay,Digital Audio BroadcastingDAB. Keunggulannya yaitu, tidak tergantungpada jarak, dapat menyediakan layanan untuk cakupan semua Broadcasting Satellite Service BSSBSS diperuntukkan untuk broadcast langsung ke rumah-rumah masyarakat sehingga sering juga disebut DBS Direct Broadcast Satellite.3. Mobile Satellite ServiceMobile satellite service melayani komunikasi bergerak baik dii daratan, laut maupun Navigational Satellite ServiceNavigational Satellite Service Melayani global positioning system GPS.5. Meteorological Satellite ServiceMeteorological Service melayani riset dan layanan penyelamatan rescue. Tabel dibawah ini memperlihatkan frekuensi band yang sering digunakan untuk layanan-layanan satelit. Hurufu padaKu bandberarti band frekuensi dibawah K u = under, sementara a pada Ka band berarti band frekuensi diatas K a = above.Ku band banyak dipakai untuk layanan directbroadcast dan fixed satellite tertentu. C band digunakan untuk fixed satellite dan tidak diperbolehkan dipakai untuk direct band digunakan untuk layanan mobile dan navigational tertentu dan juga untuk data transferdari satelit band untuk layanan mobile dan navigational. Untuklayanan fixed di band C, subrange yang paling banyak digunakan adalah 46 GHz. Frekuensi yang lebih tinggi h
saluran komunikasi berikut yang memerlukan akses satelit adalah